T~ Hanya seorang blogger nubie yang suka nulis asal-asalan ...

3 Cara Mudah Untuk Menentukan Niche Blog yang Tepat – Part #2

menentukan-niche-di-blog

Menentukan Niche Blog Terbaik

Setelah tahap pertama sudah berhasil anda lakukan, maka sekarang anda sudah punya belasan atau puluhan pilihan niche untuk blog anda.

Tapi tentunya tidak semua niche akan anda gunakan bukan ?

Anda hanya perlu memilih niche mana yang terbaik bagi blog anda.

Disinilah biasanya seorang blogger pemula akan mengalami kebingungan.

Dalam tahap 2 inilah kita akan ambil keputusan.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, kalau anda memiliki banyak niche, maka sebaiknya anda saring dan pilah terlebih dahulu niche mana yang tidak terlalu bagus. Agar nantinya Anda lebih mudah dalam memilih niche yang pas.

Sebagai panduan, silahkan anda jawab beberapa pertanyaan berikut untuk setiap niche :

1. Apakah Anda Antusias dengan Niche Tersebut?

Sebelumnya ada satu hal yang perlu ditekankan disini adalah

Minat itu tidak selalu membuat seseorang antusias dalam blogging.

Meskipun anda tertarik dengan suatu niche, tapi bisa jadi anda tidak akan suka kalau disuruh menulis tentang niche tersebut.

Gambarannya seperti contoh berikut ini :

Saya suka nonton main game.
Saya di rumah sering main game PC atau PS, saya juga sering ke warnet untuk main game online, saya punya banyak file game di hard disk komputer, saya juga maniak game lewat smartphone.

Tapi kalau nulis tentang game?
Saya kurang tertarik.

Jadi, minat itu belum tentu membuat kita “tertarik” untuk menulis.

Coba anda pikirkan 2 hal berikut ini :

Apakah anda sanggup untuk menulis artikel atau konten dengan niche tersebut dalam waktu yang lama bahkan bertahun-tahun ?

Apakah anda sanggup jika disuruh membaca buku 100 halaman tentang niche tersebut?

Kalau anda tidak sanggup, berarti niche tersebut kurang tepat buat anda.

2. Apakah Niche yang Akan Anda pilih Bisa jadi Peluang Bisnis?

Seperti yang saya utarakan pada awal panduan ini, bahwa sekarang hampir sebagian besar orang yang mulai membuat blog biasanya bertujuan karena ingin mendapatkan penghasilan dari blognya.

Tapi yang menjadi problem…

Tidak semua niche bisa menghasilkan uang.

Berbicara masalah penghasilan, jangan samakan antara jumlah visitor atau pengunjung blog dengan jumlah penghasilan.

Ada niche yang bisa mendapatkan banyak visitor dengan mudah tetapi punya potensi penghasilan yang kecil.

Tetapi ada juga yang sebaliknya…
…visitornya sedikit, tapi punya potensi penghasilan yang besar.

Jadi, jumlah visitor suatu blog bukan jaminan bagus/tidaknya suatu niche.

Maka untuk itu yang harus Anda perhatikan dalam menentukan suatu niche adalah hal-hal berikut:

  1. Apakah di luar sana ada orang yang hidupnya terbantu kalau Anda menulis artikel dengan niche tersebut?
  2. Apakah orang-orang tersebut rela mengeluarkan uangnya dalam niche tersebut?
  3. Apakah ada produk, jasa, atau event yang bisa dibuat terkait niche tersebut?
  4. Apakah sudah ada yang berhasil melakukannya dengan niche tersebut ?

Khusus pada point keempat saya ingin tekankan :
Banyak sekali orang beranggapan karena suatu blog/bisnis tidak ada saingannya, maka blog/bisnis mereka bisa sukses dengan mudah.

Yang terjadi justru sebaliknya.

Suatu niche/bisnis tertentu kalau tidak mempunyai saingan berarti niche tersebut tidak menarik dan tidak menguntungkan.

Makanya tidak ada orang yang mau bersaing dengan niche tersebut.

3. Apakah ada Banyak hal yang bisa dibahas dalam Niche Tersebut ?

Kunci suatu blog itu dapat hidup jika terus diupdate secara rutin dengan konten-konten baru.

Kalau niche yang kita pilih ternyata hanya sedikit yang bisa dibahas, maka blog tersebut akan sulit berkembang.

Maka sebaiknya anda dihindari.

Untuk membantu anda, coba lakukan hal berikut ini :

Untuk setiap niche yang masih tersisa saat ini, pikirkan setidaknya 10 judul artikel yang bisa dibahas dalam berbagai topik.

Kalau tidak bisa, berarti ada 2 penyebabnya:

  1. Anda kurang paham/berminat dengan nichenya
  2. Nichenya terlalu sempit

Kalau nichenya terlalu sempit, potensi penghasilannya menjadi sangat kecil.

Sehingga kemungkinan anda hanya akan buang-buang waktu saja.

Setelah melakukan pemilihan niche dengan beberapa kriteria seperti di atas seharusnya anda sudah mempunyai satu niche pilihan.

Jadi anda sekarang sudah tahu niche apa yang tepat.

Tapi kita belum selesai sampai disini.
Masih ada 1 tahapan lagi yang jauh lebih penting

Melakukan Diferensiasi Niche

Sebelum kita masuk ke tahap ini, saya akan memberikan satu catatan penting :

Subbab diferensiasi menurut saya merupakan tahapan ini sangat sering diabaikan.

Padahal menurut saya, justru tahapan diferensiasi ini jauh lebih penting daripada tahapan pemilihan niche itu sendiri.

Dalam kacamata skor, maka pemilihan niche itu baru 50%,  dan sisanya adalah dalam tahap ini.

Mengingat pentingnya tahapan diferensiasi, agar anda tidak kebingungan mencari panduannya, maka akhirnya saya gabung menjadi satu dalam topik ini.

Bagian ini saya buat sederhana agar mudah dipahami.

Apakah diferensiasi itu ? Kenapa kok menjadi penting ?

Pengertian sederhana dari diferensiasi adalah strategi atau cara agar menjadi lebih menonjol dibanding pesaing lain dengan cara menjadikan bisnis atau bidang kita berbeda. Tujuannya agar kustomer mempunyai alasan yang kuat untuk memilih kita, bukan ke pesaing kita.

Karena blog itu juga bisa masuk kategori bisnis, jadi secara prinsip diferensiasi juga berlaku.

Seperti yang sudah saya utarakan pada awal pembahasan dalam panduan blog ini, bahwa persaingan dalam dunia blogging sangatlah ketat, kompetisi untuk meraih ranking 1 sangatlah sulit.

Tapi sekali lagi jangan patah semangat….

Justru sesuatu kalau tidak ada kompetisi malah mencurigakan dan ingat satu pepatah :

“Ada gula ada semut”, anda pasti tahu maknanya bukan ?

Setelah sedikit mengetahui pengertiannya, saatnya kita melalukan langkah diferensiasi .

 1. Deskripsikan Niche Anda dalam satu kalimat

Mulai dari yang paling dasar dulu.

Apa tujuan dari blog anda?

Sebagai ilustrasi, saya akan menggunakan niche tentang Blogging.

Maka kalimatnya adalah :

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar blogging”.
Atau misalnya blog ini isinya info atau tren terbaru maka kalimatnya bisa seperti ini:

“Memberikan informasi terkini seputar blogging”.

Intinya, coba pikirkan tujuan dari blog anda tersebut lalu buat dalam sebuah kalimat.

2. Tentukan Siapa saja yang akan terbantu dengan Blog Anda

Tujuan seseorang membaca blog adalah karena mereka butuh bantuan atau info dari anda. Mereka ingin hidupnya jadi lebih mudah setelah membaca blog anda.

Lantas, siapa yang akan terbantu dengan adanya blog anda?

Kita gunakan ilustrasi yang sama seperti di langkah 1.

Ini untuk blog yang berisi panduan blogging :

“Orang-orang yang ingin membuat blog yang sukses”.
Ini yang isinya berita:

“Orang-orang yang antusias dengan blogging dan ingin jadi yang pertama mengetahui informasi terbaru”

Dan yang perlu diingat…ini harus Terfokus (SPESIFIK).

Jangan cuma “orang yang ingin belajar blogging”. Lihat lebih ke dalam lagi, apa tujuan mereka ingin mempelajari hal tersebut.

3. Pikirkan kenapa mereka harus peduli dengan anda

Dalam langkah 2, kita sudah sedikit mempersempit nichenya supaya lebih terfokus dan tepat sasaran.

Tapi itu saja belum cukup.

Karena ada banyak blog yang isinya belajar blogging atau berita seputar blogging. Orang-orang tidak akan memilih blog Anda.

Inilah yang perlu kita ketahui.

Apa yang akan membuat orang-orang ingin datang ke blog anda?

Contohnya untuk blog panduan blogging:

“Ada panduan tahap per tahap untuk membuat blog yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membangun blog mereka sendiri dari awal atau nol”.
Untuk lebih jelasnya  saya jelaskan sedikit…

Coba bayangkan anda sedang ingin belajar blogging.

Kalau ada sebuah blog berisi panduan blogging yang bisa langsung membuat anda menjadi bisa membuat blog sendiri… enak dan  dipermudah bukan?

Apalagi kalau blog-blog yang ada sekarang hanya berisi panduan yang sepotong-sepotong saja.

Jadi, dalam langkah ini kita mencari apa yang membuat blog kita menjadi berbeda dan lebih unggul dalam niche yang sudah kita pilih dibanding dengan blog lain.

Luangkan waktu sejenak anda 5-10 menit untuk langkah ini.

4. Jelaskan kenapa Anda adalah orang yang tepat

Tingkat kredibilitas sebuah blog juga tergantung pada kredibilitas pemiliknya.

Jadi anda harus bisa menjelaskan alasan kenapa anda adalah orang yang tepat bagi mereka yang sedang membutuhkan solusi mengenai niche tersebut.

Ilustrasi sederhananya :

“Saya sudah sering membantu membuat blog untuk orang lain yang berniat terjun ke dunia blogging, dan beberapa di antaranya bahkan sudah berhasil menghasilkan setidaknya puluhan juta per bulan ke rekening mereka”.

Intinya, semakin “terlihat wah” tingkat kredibiltas anda pastinya akan semakin bagus untuk blog anda…

…tapi, sekali lagi seperti yang pernah saya ungkapkan, anda tidaklah perlu menjadi seorang ahli atau pakar.

Bisa juga seperti ini:

“Saat ini saya juga sedang dalam proses untuk belajar membuat blog, saya bisa membagikan apa yang sudah saya pelajari kepada blogger yang baru mulai sehingga panduannya jadi lebih mudah dipahami”.
Lebih mengena dan masuk akal juga kan?

5. Gabungkanlah langkah 1-4 dan peganglah prinsip ini

Setelah langkah 1-4 selesai anda kerjakan, maka gabungkan dalam sebuah kalimat.

Ini yang sudah kita buat tadi :

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar blogging kepada orang-orang yang ingin membuat blog sendiri. Ada panduan tahap per tahap untuk membuat blog yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membuat blog sendiri dari awal atau nol.”

Kalimat inilah yang akan mencerminkan blog anda.

Selalu peganglah prinsip yang anda tulis dalam kalimat tersebut saat:

  • Membuat konten baru
  • Memperkenalkan dan mempromosikan blog anda
  • Memperkenalkan diri anda sendiri (kalimat di langkah 4)
  • Dan jangan pernah keluar dari prinsip yang sudah anda buat. Misalnya, kalau blog anda isinya panduan, jangan malah membuat artikel berita, hiburan atau sesuatu hal di luar topik panduan.

Itulah cara melakukan diferensiasi.

Maka sekarang blog kita sudah bukan sekedar “blog belajar blogging” lagi. Melainkan “blog dimana orang-orang bisa belajar membuat blognya sendiri”.

Dengan mengikuti panduan ini, semestinya sekarang anda sudah memiliki niche untuk blog anda.

Kini saatnya bagi anda untuk memilih platform untuk blog anda. Sama seperti halnya dengan menentukan niche blog, memilih niche juga terkadang membingungkan bagi blogger pemula dan tidak jarang membuat blog kita menjadi tidak berkembang. Jadi, jangan sampai anda keliru dalam memilih platform untuk blog anda.

Sebagai panduan untuk anda, silahkan baca panduan yang telah saya buat di 8 Kriteria dalam Memilih Platform Terbaik Untuk Blog Anda

T~ Hanya seorang blogger nubie yang suka nulis asal-asalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *