T~ Hanya seorang blogger nubie yang suka nulis asal-asalan ...

6 Ragam Permainan Tradisional Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Ragam Permainan Tradisional Indonesia

Indonesia memiliki berbagai ragam suku dan budaya. Hal inilah yang membuat negara kita kaya akan berbagai ragam kesenian hingga permainan tradisional. Sayangnya, di era modern sekarang tak banyak generasi penerus yang mengetahui apa saja permainan tradisional yang ada. Maka dari itu, agar kamu lebih memahami permaianan tradisional sekaligus bernostalgia masa kecil, simak ulasannya di bawah ini.

Macam-Macam Permainan Tradisional di Indonesia

Kelereng

Permainan tradisional yang ada di Indonesia dan banyak dimainkan oleh anak-anak adalah kelereng. Di beberapa daerah, kelereng disebut juga dengan gundu. Permainan ini bisa dilakukan di mana saja asalkan memiliki tempat yang sedikit luas dengan dasar tanah. Cara memainkannya pun beragam. Ada yang hampir sama dengan permainan dengan bola golf, yakni memasukkan bola kelereng ke dalam sebuah lubang. Siapa yang paling banyak memasukkan kelereng ke dalam lubang, dialah pemenenangnya.

Selain cara permainan di atas, memainkan kelereng juga ada aturan lainnya. Salah satunya adalah dengan menyentil kelereng yang sudah disusun. Kelereng yang kamu miliki harus mampu mengenai kelereng lawan. Menentukan pemenangnya adalah siapa yang paling banyak mengenai kelereng lawan saat menyentilnya dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang kelereng lawan.

Petak Umpet

Siapa yang tidak kenal dengan petak umpet. Permaianan tradisional ini sedari dulu sampai sekarang masih eksis dilakukan oleh anak-anak. Petak umpet bisa dilakukan dengan pemain berjumlah lebih dari dua orang. Caranya pun sangat mudah, ada satu orang yang bertugas menjaga pos dan mencari temannya yang sembunyi di tempat yang tidak diketahui sebelumnya.

Untuk menentukan siapa yang bertugas menjaga pos ini adalah dengan cara hompimpa. Mereka yang kalah bertugas menjaga dan mencari temannya yang bersembunyi hingga ketemu. Permainan petak umpet biasanya dilakukan oleh anak-anak pada saat liburan. Lokasinya bisa di komplek perumahan, area lapang dan bisa dimainkan di sekolah pada saat jam istirahat.

Uji Ketangkasan dengan Main Egrang

Bagi masyarakat Betawi atau Jakarta dan sekitarnya, permainan tradisional egrang adalah salah satu yang paling familiar. Melakukan permainan ini memang tidak mudah dan harus banyak melakukan latihan agar ketangkasan terasah, terutama dalam menahan keseimbangan saat berjalan menggunakan egrang ini.

Pada dasarnya, egrang terdiri dari dua tongkat panjang dan memiliki pembatas. Kemudian, kamu naik pada pijakan yang ada. Selain mempertahankan keseimbangan, permainan ini juga membutuhkan kejelian dan otak yang sinkron baik kanan dan kiri. Kini, seiring perkembangan zaman, egrang sudah menjadi permainan tradisional yang dikenal di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Engklek untuk Kelincahan

Permainan tradisional yang menguji ketangkasan sekaligus kelincahan adalah engklek. Permainan ini populer di berbagai daerah di Indonesia. Mulai di Jawa, Sunda, Kalimantan, hingga Sumatera. Dalam bahasa Jawa, engklek berarti melompat. Ya, seperti namanya memang permainan ini dilakukan dengan cara melompat.

Ada beberapa gambar kotak dan latar, kemudian satu per satu pemain melompati kotak tersebut. Melompatnya pun diharuskan menggunakan kaki. Apabila terjatuh, pemain ini harus meletakkan sebuah batu sebagai tanda kotak terakhir yang harus dilewati. Begitu seterusnya sampai pada kotak terakhir atau ujung.

Bola Bekel

Bola bekel adalah permainan yang setidaknya masih eksis hingga saat ini dan dapat dimainkan oleh anak-anak di nusantara. Baik di perkotaan maupun pedesaan. Permainan tradisional ini  selain menguji keahlian juga menguji ketangkasan dan motorik otak kanan dan kiri. Sebab, dalam permainan ini memang tidak semudah yang dibayangkan.

Perlengkapan dalam permainan bola bekel ini di antaranya adalah bola dengan bentuk kecil dan bola tersebut bagian dalamnya berisi air. Kemudian, ada enam biji yang disebut dengan bekel. Cara memainkannya adalah dengan mengambil satu biji bekel hingga bekel terakhir atau keenam. Kemudian, bekel dibalik dan biji bekel lainnya membentur lambang yang ada. Begitu seterusnya, dengan membalikkan ke arah yang sebaliknya.

Congklak atau Dakon

Selain bola bekel, permainan lainnya yang akan menguji ketangkasanmu adalah congklak. Di beberapa daerah, khususnya di Jawa permainan tadisional ini disebut dengan dakon. Mengapa disebut dengan congklak? Sebab, menggunakan biji congklak yang terbuat dari cangkang karang. Namun, jika tidak ada cangkang karang kecil, maka sebagai gantinya bisa menggunakan batu-batu kecil yang berwarna putih.

Congklak ini terdiri dari sebuah papan yang berisi 16 lubang. Permainan congklak dapat dilakukan oleh dua orang. Biji congklak sendiri terdiri dari 98 buah. Jika dulu papan congklak dibuat menggunakan kayu, sekarang seiring berkembangnya waktu ada pula yang terbuat dari plastik.

Cara memainkannya adalah diawali dengan suit, untuk menentukan siapa yang memulainya terlebih dahulu. Kemudian, bila ada yang menang, pemain ini harus mengambil semua biji pada lubang dan mengisinya satu per satu di lubang yang sudah ditentukan sampai biji habis. Siapa yang palng banyak mendapatkan bijinya maka dialah yang jadi pemenangnya.

Itulah beberapa ragam permainan tradisional yang ada di Indonesia. Sebenarnya, masih banyak lagi permainan di bumi nusantara ini. Sebagai generasi penerus, sudah semestinya kita melestarikannya agar tidak punah ditelan zaman dan gempuran permainan-permainan modern.

T~ Hanya seorang blogger nubie yang suka nulis asal-asalan ...

One Reply to “6 Ragam Permainan Tradisional Indonesia yang…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *